Hubungan Regulasi Emosi Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir

Main Article Content

Sekarini

Abstract

ABSTRAK


Mahasiswa tingkat akhir merupakan periode mahasiswa menghadapi tekanan di dalam mengerjakan tugas akhir. Agar mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir secara baik dan sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka mereka membutuhkan kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri, bertahan dari tekanan hingga bangkit dan berjuang kembali dari kondisi yang sulit selama mengerjakan tugas akhir yang disebut sebagai resiliensi. Oleh karena itu resiliensi sangat penting bagi mahasiswa tingkat akhir agar dapat menghadapi dan menyelesaikan hambatan-hambatan selama mengerjakan tugas akhir tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir STIKes Kepanjen.


Desain penelitian dalam penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 orang dengan teknik pengambilan sampling Proportional Stratified Random Sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37 responden (82%) memiliki regulasi emosi cukup, 6 responden (13%) dengan regulasi emosi baik dan 2 responden (5%) dengan regulasi emosi kurang baik. Sebanyak 29 responden (64%) mempunyai resiliensi yang baik dan 16 responden (36%) dengan resiliensi cukup baik. Nilai p-value < α yaitu 0.009<0.05 dengan nilai (r 0.385 > 0.01), yang bermakna bahwa ada hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir STIKes Kepanjen dengan arah hubungan positif.


 Kata Kunci : Regulasi Emosi, Resiliensi

Article Details

Section
Articles