Psikoedukasi Dan Pelatihan “EDA” (Ekspresi Diri Untuk Asertif) Sebagai Upaya Mencegah Seks Bebas Pada Remaja

Main Article Content

Retno Issroviatiningrum
Muh Abdurrouf
Maya Dwi Yustini

Abstract

ABSTRAK


Kelurahan Bandarharjo Semarang dari survei di dapatkan data bahwa remaja putra dan putri bergerombol dengan jumlah remaja putri satu orang dan lainnya adalah laki-laki. Dalam pergaulan tersebut satu remaja putri bisa bergantian melakukan hubungan seks dengan sejumlah teman laki-lakinya di sebuah gereja dan di gedung pertemuan. Remaja cenderung tidak melakukan perilaku asertif dimana dia hanya mengikuti teman - temannya saja. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para remaja untuk mengembangkan sikap asertivitas sebagai upaya mencegah perilaku seks bebas. Metode dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakatakan dilakukan dengan cara pemberian materi dan pelatihan menjadi individu asertif dengan pelatihan “EDA”. Hasil pelaksanaanya antara lain Remaja mulai memahami bagaimana sikap asertif yang seharusnya dilakukan ketika ada ajakan dari temannya untuk melakukan hal yang negative seperti seks bebas. Remaja mulai lebih memahami bagaimana dampaknya jika melakukan seks bebas.  Remaja dapat mempraktekkan bersikap asertif dengan baik dan benar.


kami menyimpulkan bahwa dengan adanya psikoedukasi dan pelatihan EDA remaja dapat mengurangi perilaku seks pranikah dengan memaksimalkan perilaku asertif kami merekomendasikan Menyediakan whatsapp grup untuk tetap memantau remaja untuk berperilaku asertif, sehingga remaja dapat termonitoring walaupun pengabdian masyarakat sudah selesai dilaksanakan.


 Kata Kunci       : Asertivitas, Perilaku Seks Bebas

Article Details

Section
Articles